Kamis, 31 Januari 2019

Khutbah Jum'at(Hindari Hoax)


اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى اَعَدَّ الْجَنَّةَ لِمَنْ صَدَقَ وَالنَّارَ لِمَنْ كَذَّبَ وَعَصَى, اَشْهَدُاَنْ لَا اِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَه يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفَى, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُه وَرَسُوْلُه اَلَّذِى هَدَانَا اِلَى سَبِيْلِ الْهُدَى, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلى الِه وَاَصْحَابِه اَلَّذِيْنَ نَالُوْا بِصِدْقِهِمْ مَقَامَ الْعُلَى اَمَّا بَعْدُ: فَيَا اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوى الْلهِ  وَطَاعَتِه فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Marilah kita tingkatkan kembali keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt, dengan jalan menjunjung tinggi segala Perintahnya dan menjauhi segala apa yang dilarangnya,
Menyampaikan berita yang tidak benar, seperti yang terjadi pada saat ini, sebenarnya sudah terjadi pada jaman Nabi saw, kalau jaman dulu, tersebarnya hanya lewat mulut ke mulut, tetapi jaman sekarang, tersebarnya berita  sangatlah cepat, menembus ruang dan waktu, utamanya melalui dunia internet, seperti faceboook, whatshap, twiter dll.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Kebiasaan orang terdahulu, yang juga suka menyebarkan berita bohong atau hoax, dapat diketahui dari firman Allah swt,
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوْا بِه وَلَوْ رَدُّوْهُ إِلَى الرَّسُوْلِ وَإِلَى أُوْلِى الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنَه مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُه لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيْلاً
Artinya : Dan apabila datang kapada mereka, berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka lalu menyebarkannya. Dan seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul, dan Para Pemimpin diantara mereka, tentulah mereka yang ingin mengetahui kebenarannya, akan mengetahuinya dari mereka. Dan kalau tidak karena kemurahan Allah atas kalian, serta rahmatnya, niscaya kalian akan mengikuti syaithan kecuali sedikit yang tidak.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Dari ayat tersebut dapat kita ambil pelajaran, setiap berita yang kita terima, sebaiknya diperiksa dulu, dengan menanyakan kebenarannya kepada orang yang lebih tahu, sebelum kita menceritakan atau membaginya keorang lain, jangan sampai berita yang kita sampaikan, malah menjadi dosa yang mengalir kepada kita, disebabkan apa yang kita sampaikan itu adalah sesuatu yang tidak benar, berisi fitnah ataupun menggibah orang lain.
Terakhir dan yang terpenting, kita tinggalkan kebiasaan suka menggaduhi atau ingin mengetahui urusan orang lain, yang tidak ada sangkut paut apalagi manfaatnya kepada kita, sabda Nabi saw,
مِنْ حُسْنِ اِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُه مَالاَ يَعْنِيْهِ
Artinya : sebaik baik keislaman seseorang, adalah disaat dia meninggalkan perkara yang tidak ada manfaat kepadanya.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
Akhirnya mudah mudahan Allah ta’ala memberikan petunjuk kepada kita  semua, dengan memperlihatkan mana yang benar dan mana yang salah. amin ya rabbal alamin.
اَلْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى رَسُوْلِ اللهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِاللهِ وَعَلى الِه وَصَحْبِه وَمَنْ وَالَاه,أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوى اللهِ, وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْانُ فَاسْتَمِعُوْا لَه وَاَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوْا بِه وَلَوْ رَدُّوْهُ إِلَى الرَّسُوْلِ وَإِلَى أُوْلِى الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنَه مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُه لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيْلاً. بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْانِ الْكَرِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِما فِيْهِ مِنَ الْايَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَ مِنْكُمْ تِلَاوَتَه اِنَّه هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ, أَقُوْلُ قَوْلِى هَذاوَاَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالِمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّه هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar