Selasa, 30 Januari 2018

SHALAT SUNAT GERHANA BULAN



                                    SHALAT SUNAT GERHANA BULAN

·         Shalat Sunat Gerhana Bulan dalam istilah bahasa arab disebut juga dengan
(صَلَاةُ خُسُوْفِ الْقَمَرِ), yaitu shalat yang dikerjakan saat terjadi gerhana bulan.

·         Hukumnya mengerjakannya adalah Sunat Muakkad. Sedangkan waktu mengerjakannya adalah selama gerhana tersebut terjadi.

·         Adapun cara mengerjakannya adalah sebagai berikut.
1.      Dua rakaat seperti Shalat Subuh, dengan bacaan dan cara seperti shalat biasa, dengan bernyaring bagi imam atau yang shalat sendirian, bersalahan bagi ma’mum
2.      Dua rakaat dengan dua kali ruku dan dua kali sujud, dengan ketiadaan panjang bacaan
3.      Dua rakaat dengan dua kali ruku dan dua kali sujud, dengan  memanjangkan bacaan, yaitu dengan membaca surah-surah panjang seperti Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa dan Al Maidah dan memanjangkan sujud dan ruku sambil membaca tasbih tujuh puluh atau delapan puluh kali.

Adapun yang akan kami jelaskan disini yaitu cara yang kedua dan dengan berjamaah
Sesudah berdiri betul mengucap lafazh niat,
اُصَلِّى سُنَّةَ خُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالى
Kemudian takbiratul ihram dan inilah niat didalam hati :
Sahajaku sembahyang gerhana bulan dua rakaat  mengikut imam sunat kerena Allah ta’ala
Membaca do’a iftitah, kemudian membaca taauz , surah Al Fatihah dengan bernyaring bagi imam dan yang shalat sendirian, bersalahan dengan ma’mum, ma’mum membaca dengan bergimit dan setelah selesai imam membaca fatihahnya baru ma’mum membaca fatihah sebagaimana cara shalat berjamaah biasa yang imam bacaan nyaring, kemudian imam dan yang shalat sendirian membaca surah Al A’la atau yang lainnya yang dirasa mudah atau yang diingini, ma’mum berdiam mendengarkan imam membaca ayat.
Ruku, dengan bacaan dan cara seperti biasa sambil membaca tasbih beberapa kali
Kemudian bangkit dari ruku membaca Surah Al Fatihah lagi dan surah Al Gasiyah atau  apa saja yang diingini atau yang dirasa mudah
Kemudian sujud dua kali, dan duduk antara dua sujud, dengan bacaan dan cara sebagaimana shalat biasa, sambil membaca tasbih beberapa kali
Rakaat kedua sama dengan rakaat pertama dengan dua kali ruku dan dua kali sujud, dua kali Surah Al Fatihah dengan surah seumpama Wa Syamsi dan Ad Dhuha atau apa saja yang diingini, dengan catatan surah yang kedua jangan lebih panjang dari yang pertama, dan begitu seterusnya
·         Tahiyat salam dan baca do’a berikut ini

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّه رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصًّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلى اَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ اِنَّكَ غَفَّارٌ فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا اَللّهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِى تَمْنَعُ غَيْثَ السَّمَاءِ و نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِى تُذِلُّ اْلأَعِزَّ وَتُدَلِّلُ الْأَعْدَاءَ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِى الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِه وَ صَحْبِه اَجْمَعِيْنَ, بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
·         Shalat gerhana bulan dibaca dengan bernyaring kerena dikerjakan dimalam hari.